For Ads

Post Top Ad

ArtikelCatatan

Sementara, Lupakanlah Rindu

Sore hari! Hujan gerimis disudut Kota kembang, lebih tepatnya Bandung Selatan, Febuari 2019. Ciptakan sentuhan hawa dingin dan sedikit bau hujan yang sangat khas. Alhamdullilah aku diberikan kesempatan bisa memposting kembali, untuk menuangkan isi hati lewat blog pribadiku yang sederhana ini. Rintik hujan berjatuhan dengan intonasi yang indah dan berirama seiring lagu yang kuputar terus menarikan jari-jemari diatas keyboard laptop. Sendiri disini ku ditemani secangkir kopi panas dengan putaran playlist lagu favoritku, Band asal Jakarta bernama Band Float, yang berjudul Sementara.



Tenggelam dalam penantian jawab terbaik atas segala keputusan, mengkokohkan hati dan terus mengalirkan energi postitif dalam diri. Sengaja.. Memang iya. ini adalah caraku untuk meluapkan pengharapan rindu yang ku perbuat.

Aku merasakan layaknya hidup anak-anak normal, ya hampir normal.. akibat perang bathin pandangan status-sosial. Tapi hanya sedikit rindu ku yang belum terpenuhi, bahkan nyaris hampir tercapai. Tapi yang jelas, yang aku tahu, yang aku sadari. Aku sudah kuat, sangat kuat. Bukan anak rapuh yang mudah tumbang membusuk kemudian tersungkur dalam ketidakberdayaan melawan masalah pengharapan rindu yang mereka buat.

Lagu ini sangat simpel, bahkan kelewat sangat sederhana. Namun lagu ini mempunyai penjiwaan yang sangat besar. Seperti menanamkan sebuah jiwa dan ruh dalam lagu ini, lebih tepatnya mengobrol dengan diri sendiri secara sprilitual. Sesekali jika berkeluh-kesah, kunyanyikan dengan lirih dalam hati dan menanamkan pemahaman, membuatku sangat gemetar atas lirik bait demi bait yang terucap, meneteskan air mata akibat sangat sangat tersipu malu.

Sementara teduhlah hatiku, tidak lagi jauh, belum saatnya kau jatuh. 
Sementara ingat lagi mimpi, juga janji-janji jangan kau ingkari lagi.

Ya Allah.. Tegurlah aku jika aku mulai lalai biar tak lagi terjatuh, hingga kekuatan pundak jasadku tak meluruh, dalam kesakitan yang gaduh dan jika caraku kembali keliru, bimbinglah agar segera berlalu dalam pengharapan rindu yang kuperbuat.. Kemudian kembalikan aku pada semangat yang menggebu, untuk dapati kehidupan baru diantara kepatuhan penghambaan, tanpa ruang yang kuabaikan untuk gapai puncak kualitas iman nan taqwa.

Belajar ikhlas, derap rapat-rapat dengan dzikir agar tak ada tangisan yang sia-sia dan perlahan ku obati luka atas goresan yang tersayat dalam hati, mengusap lembut dengan lantunan dzikir yang terasa getirnya. Menerima atas sebuah konsep yang Tuhan berikan sebagai proses penempaanku untuk belajar mandiri menghadapi dinamika kehidupan, semakin dekat dengan ruang kesabaran dan membuka kesadaranku bahwa keluh tidaklah mampu meringankan beban yang menindih pundak. Menuntunku untuk senantiasa berbenah menjadi berkualitas agar kelak menjadi seorang pria yang bertanggung jawab atas semua resiko dan membangun rumah tangga dengan cinta dan berjalan seiring dengan Istri Shalehah membentuk keluarga harmonis yang dekat dengan Rabb-Nya.

Percayalah hati, lebih dari ini, pernah kita lalui jangan henti disini.

Aku tahu, aku paham, aku begitu mengerti, kebiasaanku yang sedikit tidur dan lebih memilih asyik dengan laptop hingga larut malam, tak ingat waktu bahkan sampai babak belur sekalipun adalah kebiasaan yang sangat buruk. Aku memang dzalim terhadap jasad-ragaku. Entahlah, Penilaian manusia terhadapku, tak akan mempengaruhi penilaian Tuhan terhadapku. Aku hanya mendalami para pemikir besar dalam meneladani struktur kehidupan yang begitu mulia. Semoga kelak bakat dan semangatku bisa mewarisi generasi Marga Andana yang mendatang. Aamiin.

Sementara, lupakanlah rindu, sadarlah hatiku, hanya ada kau dan aku.
Sementara, akan ku karang cerita, tentang mimpi jadi nyata, untuk asa kita berdua.

Dan aku masih mampu berdiri tegak disini, karena janji yang ku tanam sejak dini kepada Tuhan yang senantiasa tegarkanku kala bahu ini melemah untuk menopang dan nyaris tumbang. Hidup ini indah kunikmati. meski hati ini tercabik oleh pengharapan rindu yang ku perbuat tak kunjung terijabah. Hidup ini kunikmati. Siapa berharap ada jalan berkelok dan terjal dalam alur hidupnya. Tapi bukan lantas kalah oleh keadaan. Hadapi dan majulah dalam barisan orang-orang luar biasa, yang tak pernah menyerah akan beratnya tantangan pengharapan rindu yang ku perbuat.. Memegang mimpi dengan teguh, akibat rindu yang kuperbuat; Seorang anak singkong yang lahir dari keluarga broken home ingin merubah posisi nasip dan bathin kehidupannya 90° (derajat).

Sederhana.. Ikhtiar, ikhlas rela melepas segala beban, berpositif thingking, kemudian berpasrah, menyerahkan jawab terbaik pada Tuhan, dalam kesabaran menanti tanpa mencekik percepatan waktu, hingga pada akhirnya yang dahulu menjadi mimpi atas pengharapan rindu yang ku perbuat aku dapati. Laa takhof wa laa tahzan!

Terimakasih Float!

Related Posts

44 komentar:

  1. Wah keren banget mas.
    Menyentuh mas ceritanya��

    BalasHapus
  2. Penuh dengan kata2 yang dramatis,, nice postingan,,

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah padahal saya cuman menuliskan apa yang ada dipikiran saya aja mas

      Hapus
  3. Balasan
    1. Bukan cerpen sih mas, cuman catatan kusam aja hehe

      Hapus
  4. keren gan..
    kapan2 coba bikin novel, sapa tau best seller,, wkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih mas, waduh masih awam saya mas hehe

      Hapus
  5. Masya Allah keren banget.. Baper dah bacanyaa . Eh ini beneran kah? Ya Allah.. semoga Allah melindungi langkahmu yah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehe beneran kak, tulisan diatas adalah diambil berdasarkan pengalaman kehidupan pribadi saya.

      Hapus
  6. Keren banget kata-katanya,saya suka nih

    BalasHapus
  7. Keren banget kata-katanya,saya suka nih

    BalasHapus
  8. Aku juga dzalim koq terhadap jasad-ragaku. Tapi kenapa nasibnya hanya diubah sampe 90 derajat? Bukannya harus 180 derajat?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Karena menghitung nya dari 0 derajat, vertikal - horizontal.

      Hapus
  9. Ini kayak nya pengalaman pribadi ya gan,, tapi keren dah,, terus berkarya yah.. salam dari pekanbaru
    #tips

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehe iya mas, cerita diatas di angkat dari pengalaman pribadi saya. Terimakasih mas. saling support saja. salam dari Bandung

      Hapus
  10. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  11. Ukiran narasi luarbiasa,,,
    Menyentuh dan Menginspirasi..
    Good.

    BalasHapus
  12. mantap pak, percaya pak semua kan indah pada waktunya, tuhan pasti tau kapan kita harus bahagia pak, ttp sabar, ikhtiar serta tawakal pak

    BalasHapus
  13. Menarik banget nih ceritanya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Inshaa allah, seiring berjalan nya waktu. saya update lagi. ditunggu aja pak

      Hapus
  14. bagus, penuh katadramatis heheh, jujur saya belum bisa bikin posting kaya gini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Orang rata-rata sifatnya berbeda pak, kalo saya melankolis. Rajin merenung, apa-apa suka dipikirkan.. Tapi bukan motivator juga, cuman hobi membaca dan menulis aja.

      Hapus
  15. Mantap, ditunggu postingan selanjutnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ditunggu aja pak hehe, lagi saya rangkai kalimat demi kalimat. Pantau saja pak hehe

      Hapus
  16. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  17. wah mantap.... tp ngomong ngomong bisa di ajarin cara menjadi bloger yang sukses gan ?

    BalasHapus
  18. Mantap la.. Di tunggu kelanjutannya

    BalasHapus
  19. Bagus Mas sngat dramatis ..di tunggu postingan selanjutnya

    BalasHapus
  20. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  21. Wah bagus mas kata-katanya
    Ngena banget

    BalasHapus
  22. Kata-katanya sangat menyentuh sekali ka

    BalasHapus
  23. Aww.. I'm in Love with Float *download

    BalasHapus

Post Bottom Ad