For Ads

Post Top Ad

Pesan

Sebuah Pesan Yang Terabaikan: Kinanti #2

 

Sore ini angin berhembus lembut. Matahari bersinar teduh. Awan-awan putih berarak, perlahan menyingkap langit yang berwarna biru. Sore ini memberi kabar bahwa kau telah menemukan yang baru.

Aku menatap nyiur yang berdansa. Dedaunan coklat yang kehabisan usia, jatuh dengan pasrah, tak ada penyesalan yang sia-sia demi tunas baru. Kicau burung yang gembira. Mereka mengabarkan padaku bahwa kau telah bahagia.

Aku menatap langit barat yang perlahan menjadi jingga. Matahari menuju peraduannya. Burung-burung pulang ke sarangnya. Angin berhembus lembut menyapu wajahku. Dulu angin yang nakal ini pernah meniup poni, memberantakkan rambut hingga menutupi wajahmu. Aku menyingkapnya dengan jemariku, menyelipkan helaian-helaian lembut itu ke sela telingamu lalu melabuhkan kecupan di keningmu. Tak ada yang lebih senja dari jingganya pipimu disore itu.

Hai Kinanti! Usiaku sekarang menginjak 20 tahun dan semalam aku terbangun, kau datang ke mimpiku. Mengucap selamat tinggal dan mengabarkan bahwa sore ini kau telah berhasil melupakan aku.


Bandung, Maret 2018 (00:54 AM)

Related Posts

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad